Senin, 07 April 2014 | By: Wulan Suci Pamungkas

Tips Mengatasi Rasa Takut Kehilangan Seseorang

          Rasa takut?? Semua orang pasti  memiliki rasa takut terhadap suatu hal, hal itu bisa saja sama atau berbeda. Ada yang takut terhadap hal kecil maupun sesuatu yang besar. Takut terhadap hewan, hantu, orang, tempat gelap, takut menghadapi dosen, kolokium, seminar, sidang komprehensif (balada tingkat akhir), dan rasa takut lainnya.
          Pernahkah kalian merasa takut kehilangan sahabat? Hal ini mungkin sering sekali saya alami, sejak dahulu bahkan sekarang. Ada yang berpikir wajar, namun ada yang berpikir bahwa rasa takut ini begitu lebay dan kekanak-kanakkan. Seperti kita ketahui bahwa manusia itu sulit untuk hidup sendiri, kita butuh sahabat. Ya, sahabat dekat bisa mengurangi tekanan jiwa loh. Kok bisa? 
          Menurut saya, adanya sahabat akan membuat kita tidak kesepian dan kita bisa meluapkan emosi kepadanya. Eits, jangan salah mengartikan ya. Emosi disini ngga harus marah, tetapi rasa senang bahkan galau. Namun, tahukan kalian bahwa memiliki sahabat dekat yang lawan jenis itu agak sulit rupanya. Bukan karena takut nantinya timbul rasa cinta antara kita tetapi saat dia menemukan orang yang dia cintai. Akankah dia tetap selalu disamping kita (sahabatnya)?
          Sebelum memberi tips, mungkin saya akan bercerita sedikit mengenai 3 orang sahabat yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri (karena begitu dekat dan nyaman saat di dekat mereka). Entahlah apakah mereka menganggap saya seperti adiknya atau teman seperti lainnya, hanya mereka yang tahu. Dua orang diantaranya sudah menemukan cinta mereka. Entah mengapa saya merasa begitu jauh. Mungkin karena saya dan mereka memilih komunitas berbeda jadi kami jarang berinteraksi. Seorang lagi dari mereka, hmm belakangan ini kami begitu dekat, sangat dekat. Rasanya sepi tanpa sahabat yang satu ini. Kata sepaham dan rasa nyaman membuat persahabatan ini begitu nyata. Namun seminggu yang lalu, saat dia bertemu dengan seseorang yang pernah dia cintai (entah sekarang rasa itu masih ada atau tidak, mungkin hanya dia dan Allah yang tahu) rasa ketakutan itu kembali muncul. Rasanya begitu berbeda, entah mengapa saya merasa hanya wanita itu yang dia lihat padahal saya ada disamping wanita itu. Cemburu? Mungkin iya, tetapi bukan cemburu cinta yah melainkan rasa takut kehilangan, takut ditinggalkan dan takut sendirian. Hal itu terasa saat dia menawarkan makanan hanya pada wanita itu, padahal dia tahu bahwa saya suka dan doyan dengan makanan itu. Saya selalu berpikir, lah wajar toh wanita itu jarang ditemuinya pasti akan diperlakukan istimewa, ah saya saja yang terlalu lebay, ah dia tidak akan melakukannya karena dia orang yang baik dan tidak mungkin rasanya akan meninggalkan saya begitu saja. Namun pikiran jahat berkata, dia akan meninggalkan saya ketika dia menemukan cintanya kembali. Rasa egois ini nih yang harus dibuang jauh-jauh. Mungkin balada tingkat akhir yang membuat kita tidak harus selalu bersama, pilihan laboratorium berbeda, tema penelitian berbeda, jadwal perkuliahan berbeda, tempat tinggal berbeda dan banyak hal yang pasti membuat kita tak selalu bersama. Tetapi jika di pikir kembali, ah hanya saya saja yang berlebihan, mungkin karena saya terlalu merindukan mereka, merindukan keterbapukkan mereka hahaha :3 Selow lah yah hihiy. I miss you guys~

Tips mengatasi rasa takut kehilangan seseorang
1. Kenali dengan baik rasa takut itu
          Kita harus tahu sebenarnya apa yang kita takutkan. Jangan sampai kita menjadi galau dan resah ngga karuan. Mungkin tips pertama ini bisa diterapkan pada rasa takut apapun, tidak hanya takut kehilangan. 
2. Berbaik sangka
          Terkadang kita begitu terlarut dengan rasa ketakutan itu. Cobalah untuk berbaik sangka. Mungkin kita bisa melakukannya dengan cara membuang kata 'jangan-jangan' (kata yang menandakan sebuah kekhawatiran akan muncul) diawal kalimat rasa ketakutan itu seperti, jangan-jangan dia akan pergi, jangan-jangan dia akan melupakan kita, jangan-jangan jangan-jangan. Tahukah kalian bahwa kata-kata itu lah yang akan membuat kita semakin terpuruk dan galau. Fix tinggalkan kata-kata itu. Intinya cobalah untuk selalu berbaik sangka baik pada diri kita maupun sahabat dan orang disekitarnya.
3. Percaya diri
          Percaya diri itu penting loh karena dengan percaya diri kita dapat meredam ketakutan dan kegalauan tersebut dengan berbaik sangka pada diri kita sendiri. Percaya diri bahwa kita istimewa karena kita adalah sahabatnya dan dia adalah sahabat kita, dan kita tak mungkin terpisahkan. Terdengar begitu lebay tetapi cobalah berkata itu di dalam hati, semoga menguatkan :') Tetapi ingat ya, jangan berlebihan juga, nanti jatuhnya kita akan merasakan dHP (diberi harapan palsu). Tentunya rasa percaya diri itu penting asal jangan berlebihan, nanti kalau kecewa malah semakin galau, kan bahaya haha.
4. Dekatkan diri kepada Allah
          Sebenarnya apapun masalah dan tips yang kita ketahui, sesungguhnya tips ini lah yang paling ampuh. Kenapa? Ya, seperti yang kita ketahui bahwa Allah adalah Sang Pencipta yang menciptakan kita. Dia yang bisa membolak-balikkan hati hamba-Nya. Percayalah bahwa kita tidak akan sendirian, Allah selalu ada bersama kita dan telah menyiapkan skenario yang indah untuk kita. Allah tidak akan memberikan masalah atau cobaan melebihi kemampuan hambanya. Toh masih banyak yang memiliki masalah yang begitu berat tetapi mereka bisa mengatasinya. Perbanyak istigfar, perbanyak rasa syukur, atau cobalah dengan cara mengambil air wudhu lalu membaca mushaf, perbanyak berdoa dan ceritakan rasa ketakutan itu kepada-Nya. Walaupun cara ini ampuh, namun terkadang sulit bagi kita untuk melakukannya. Mungkin karena kita terlalu banyak memikirkan urusan dunia. Tetapi percayalah bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita asalkan kita terus melakukan pendekatan ruhaniah kepada-Nya. Jadi jangan pernah merasa sendiri guys.
5. Tanamkan sifat 'selow'
          Selow woles, sebenarnya sama saja. Mungkin lebih tepatnya menanamkan rasa cuek. Jangan selalu menggunakan perasaan dalam menghadapi suatu masalah atau rasa takut kehilangan ini. Sebenarnya sih, saat kita merasa cuek, selow dan tidak ambil pusing dengan hal yang seperti ini ya saya yakin rasa takut itu bahkan tidak terasa. Tetapi kembali kita bicarakan 'manusia' apalagi wanita pasti lebih banyak menggunakan perasaan dalam menghadapi dunia (ahaydeuh), pasti hal itu akan ada tapi cobalah belajar mengendalikan perasaan tidak hanya emosi yang dikendalikan haha.
         

Semoga bermanfaat, maaf karena banyak bahasa yang tidak sesuai EYD dan lebih banyak curhat daripada tips yang diberikan :D
Rabu, 05 Maret 2014 | By: Wulan Suci Pamungkas

Terima Kasih Maret (1)

Hai Maret.
Akhirnya Tuhan mengizinkanku menemuimu 'lagi'.
Apa yang istimewa dari mu?
Aku tidak tahu bahkan hanya sedikit memori ku tentang kenangan indahmu itu.
Tetapi kali ini kau berhasil mengejutkanku kembali dengan memori lain.
Maret, kau hebat.
Kali ini kau mengawali kisahku begitu indah.
Persahabatan, cinta, kasih sayang, kebersamaan, kekompakkan, keterbapukkan semua kau tuliskan dalam memori ku secara bersamaan.
Semua kebahagiaan singkat itu, entah harus dari mana ku mulai bercerita.
Mungkin akan ku mulai saat ku terbangun dari mimpi yang tak pernah ku ingat.
1 Maret 2014, curug seribu, Makrab, Activator Chemist 47, dan Ihsan Anggara.
Mungkin kata-kata tersebut akan menjadi keyword dalam memori tentangmu Maret.
Tanggal 1 Maret 2014 adalah pertama kalinya kata MAKRAB AC47 terlontar dengan tegas.
Sebenarnya kami pernah melalui kebersamaan di kelas, laboratorium, bahkan saat fieldtrip.
Tetapi kata makrab itu benar-benar terwujud ya di awal maret ini.
Tertawa bersama, saling berbincang, bernyanyi, dan saling membantu saat melalui jalan setapak menuju curug seribu.
Rasanya seperti nostalgia jika teringat curug seribu.
Tempat ini selalu berhasil membuatku merasakan kebahagiaan bersama orang-orang tercinta ya tidak lain adalah teman dan sahabat ku.
Tetap terasa berbeda?
Ya, tentu saja.
Walau pemeran utamanya sama, tetapi semua pemainnya berbeda.
Namun tetap saja rasa bahagia itu yang tak pernah terlewatkan di tempat ini.
Sekilas seperti itulah gambaran dari keyword yang telah aku sebutkan sebelumnya.
Ada yang kurang?
Ya, hampir terlewatkan sang pemeran pembantu.
Tanpanya, tokoh utama akan terasa begitu membosankan untuk diceritakan.
Ya, sebut saja Ihsan Anggara.
Seorang sahabat yang selalu merepotkan dan bersedia direpotkan.
Begitulah pemeran pembantu, selalu melengkapi kisah sang tokoh utama.
Seseorang yang cuek namun sebenarnya peduli, seseorang yang selalu terlihat bahagia padahal sering mengalami fase galau, seseorang yang selalu kalah jika bermain poker melawan ku, dan seseorang yang telah membuatku melihatnya mendorong motornya sendiri hingga merepotkanku dengan memegangi helmya yang cukup berat.
Lucu, ya sangat lucu.
Hebatnya aku tak pernah merasa kerepotan atau keberatan dengan semua kelakuannya.
Bagai seorang kakak yang selalu merepotkan adiknya.
Tak merasa lelah sang adik mendampingi kakaknya, mungkin sang adik sering merengek namun adik takkan pernah membenci kakaknya.
Intinya begitulah gambaran kecil dari yang aku kenal darinya.
Dia yang memberiku semangat saat ku mulai tak berdaya, memberikan tangannya saat ku terjatuh, memberiku nasihat saat ku mulai lalai, membentangkan payung di kepalaku saat hujan mulai turun, memikul bebanku saat ku mulai lelah, mendengarkan keluh kesahku saat ku mulai bercerita, memberikan senyuman saat ku merasa sendiri, dan memberikan pundaknya saat ku ingin beristirahat.
Terlalu banyak yang dia berikan padaku, sedangkan aku hanya bisa memberikan kata semangat.
Aku jahat, mungkin bisa dikatakan seperti itu.
Sulit mendapatkan sosok sahabat/kakak seperti dia.
Segenap hati aku akan selalu berusaha menjaga kepercayaan dan kedekatan ini.
Sepertinya terlalu banyak aku bercerita walaupun sebenarnya itu hanya sebagian kecil yang bisa aku ceritakan, jika aku lanjutkan mungkin aku bisa membuat sebuah novel hehe.
Bosan, pasti akan terasa bosan membacanya.
Aku hanya mencoba menulis sesuatu yang tak ingin ku lupakan.
Maret, aku disini kan setia menunggu mu memberikan memori indah lainnya atas izin-Nya :)
Terima kasih Tuhan, terima kasih AC47 dan terima kasih Ihsan Anggara haha
Senin, 25 November 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Penyesalan

Ternyata dalam 1 tahun ini begitu banyak hal yang saya sesali. Rasanya begitu banyak keputusan yang telah diambil namun dirasa salah dalam mengambil keputusan. Salah 1 keputusan yang saya ambil adalah tidak melanjutkan kepengurusan himpro Imasika. Sangat disayangkan karena saya tidak melanjutkannya di kepengurusan Imasika tahun 2012-2013 yang diketuai oleh seorang sahabat yang telah saya pilih untuk mengemban amanah tersebut. Begitu disayangkan ketika saya tidak berada disuatu tempat dimana teman-teman saya berjuang mengurusi organisasi ini. Terkadang terasa begitu berbeda dan asing saat mereka membicarakan Imasika. Saya yang tidak bisa berpendapat memilih untuk terdiam dan seksama mendengarkan. Seandainya seandainya, kata-kata tersebut yang selalu terngiang di pikiran saat saya berada diantara mereka.
Namun saya sadari, saat saya mengambil keputusan tersebut saya telah memikirkan segala konsekuensi yang nantinya akan terjadi. Ternyata dari semua ini banyak hal yang bisa diambil hikmahnya, dan tak selalu kata penyesalan yang terucap. Saya bersyukur, walau terkadang terasa asing namun saya senang bisa mendengar keluh kesah teman-teman di organisasi ini. Saya mencoba tetap berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan di organisasi ini baik formal maupun tidak. Yah walau hanya dengan tenaga bukan pikiran. Semoga segala sesuatu yang telah saya lakukan untuk organisasi ini bisa bermanfaat.
Terkadang saya berpikir bila saya mengikuti Imasika dan diamanahkan untuk menjalankan suatu proker mungkin saya hanya fokus pada proker tersebut. Tetapi dengan tidak adanya tanggung jawab penuh pada suatu proker, saya bisa membantu teman-teman Imasika tanpa harus saling memprioritaskan kegiatan tersebut. Apa yang saya lakukan ini semata karena begitu besarnya kepedulian saya terhadap organisasi ini. Jika dipikir ulang, untuk apa adanya sebuah kedudukan apabila kita tidak berkontribusi sepenuhnya terhadap suatu kegiatan-kegiatan yang ada di suatu organisasi. Lebih baik tidak memiliki kedudukan tetapi bisa berkontribusi langsung pada organisasi ini. Bukan selembar sertifikat tetapi pengalaman dan rasa senang ketika bisa membantu orang lainlah yang saya harapkan.
Satu hal lagi yang membuat saya begitu merasa sedih yaitu saat saya sedang berkumpul bersama ketiga sahabat yang kebapukkannya dasyat, ya sebut saja Ihsan, Alif, dan Dicky. Sedih disini bukan saat berkumpulnya tetapi ketika kami pulang (setelah berkumpul) rasanya kami telah memiliki jalan pulang yang berbeda. Satu tahun saya tinggal di kosan dekat dengan mereka, makan, bercanda, bergadang mengerjakan tugas, tertawa, dan semua kegiatan yang dilakukan bersama, apabila pergi bersamapun kami akan pulang ke tempat yang sama dan bersama-sama. Tetapi kini kami harus berpisah, saat mereka mengantarkan saya ke kosan, saya harus melihat mereka seolah-olah meninggalkan saya jauh dan semakin jauh jaraknya. Hal ini tidak bisa saya sesalkan sepenuhnya. Begitu banyak pertimbangan yang telah saya pikirkan ketika mengambil keputusan untuk meninggalkan kosan lama beserta kebapukkan tersebut. Begitu berat saat saya mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka namun saya tidak bisa mementingkan ego tanpa melihat kondisi keluarga saya saat itu. Tak banyak yang tahu mengenai alasan mengapa saya mengorbankan hal tersebut dan saya berharap tidak banyak yang tahu. 
Mungkin banyak hal yang saya rasa begitu konyol dan lucu. Saya mencoba berupaya untuk selalu bersama mereka. Konyol tapi yah begitulah yang ingin saya lakukan. Egois tapi kebersamaan tersebut yang membuat saya nyaman. Entah kenapa saya begitu merasa nyaman saat bersama mereka, mungkin karena saya merasa memiliki beberapa kesamaan dan satu pemikiran, mungkin inilah rasanya memiliki kakak yang bisa menjaga kita. Saat bersama mereka banyak ekspresi yang bisa saya keluarkan. Salah satunya sifat manja atau childish layaknya seorang adik kepada kakaknya. Keakraban saya dengan mereka mungkin tidak lama terbentuk namun saya merasa seolah-olah telah mengenal mereka begitu lama.

Semua yang saya tulis kali ini mungkin terasa alay, lebay, atau apalah. Namun yang saya tahu, yah begitulah yang saya rasakan. Intinya saya bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang yang hebat baik di Imasika maupun tiga pria tampan dengan segala keterbapukkannya :D
Rabu, 10 April 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Untuk Para Galauers - Nomor Telepon Darurat

Sumber gambar dari facebook tapi lupa alamatnya. hehe
Nomor telepon darurat.


Bagi anda yang mungkin memiliki keluhan seperti sedih, tertekan dan beberapa perasaan 'galau' lainnya, bisa nih segera hubungi nomor-nomor darurat.

Walaupun saya sendiri tekadang sulit memahaminya, dan maaf jika mungkin tidak sesuai maknanya tetapi yuk kita simak isi dari telepon yang bebas pulsa ini.




Anda sedih (02:25)  


Jangan bersedih ya kawan, sesungguhnya Allah telah menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman :')









Anda berdosa (39:53)

Dosa itu dapat dilakukan baik sengaja maupun tidak, so bagi kita yang tentu pernah berdosa (disadari/tidak) mari meminta ampunan, sesungguhnya Allah maha pengampun.



Anda mencari teman (02:257)

Allah itu sebaik-baiknya teman, jadi kalau kita mulai ada masalah biasanya kan kita akan cari teman curhat. Nah, mulai sekarang berusahalah cerita pada Allah apa yang membuatmu 'galau'. hehe



Anda mencari kedamaian (05:16)

Mencari kedamaian itu ternyata mudah sob, coba deh kita ambil wudhu lalu kita baca dan hayati kitab (Al-Qur'an) yang akan membawa kedamaian itu.




Anda tertekan (13:28)


Jika anda mulai tertekan segeralah mengingat Allah, karena hanya orang-orang berimanlah yang hatinya akan kembali tenteram :)



Anda mencari cinta dan ketenangan (30:21)

Cinta, satu kata yang mungkin tiada habisnya dibicarakan oleh kaula muda seperti kita. Jangan risih dibilang 'jomblo' atau 'single', sesungguhnya itu adalah salah satu jalan Allah untuk menjagamu dari perbuatan yang mengarah pada perbuatan dosa. Tenanglah kawan, jangan 'galau' sesungguhnya Allah telah menjanjikan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik serta sebaliknya :')



Anda merindukan teman (50:16)

Sebenarnya saya agak bingung untuk mendeskripsikan hal ini. Tetapi, saat kita merindukan teman dan merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah akan selalu ada untuk kita bahkan Dia mengirimkan para malaikatnya untuk menemani serta memantau perbuatan kita. 





Anda merasa tidak dihargai (76:22)


Jika kita merasa tidak dihargai, tetaplah syukuri usaha yang telah kita lakukan selama itu benar ya guys.





Anda merasa seperti pecundang (12:87)


Jangan menganggap bahwa diri kita ini adalah seorang pecundang sehingga mudah putus asa. Karena hanya kaum yang kafirlah yang beputus asa.





Anda membutuhkan jaminan ganda (15:43)

Jangan mau yah kawan menjadi pengikut setan. Nih, jaminan yang kuat kalau kita masih ikut-ikut sama setan yaitu neraka Jahannam. 





Anda butuh pembebasan dari ketakutan (03:135)


Ketakutan itu merupakan salah satu hal  yg sulit kita kontrol. Apalagi kalau kita baru melakukan kesalahan. Yuk, berserah diri dan mohon ampunan Allah. InsyaAllah hati akan tenang.




Anda bosan kesusahan/kesulitan (94:05)

Ingat bro dan sis,  jangan selalu merasa dalam kesulitan apalagi sampai bosan karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.




Ada orang sombong (menantang) anda (25:63)


Salah satu sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan yaitu hamba Allah yang senantiasa mendoakan dan mengatakan keselamatan bagi orang-orang yang jahil kepadanya.



Walau agak panjang hasil tulisannya jangan bosan yah. Yuk kita buka kembali mushafnya, jangan sampai dia berdebu karena sering kita tinggalkan atau hanya sebagai pajangan. Buat para galauers kenali masalah yang sedang diderita lalu bisa deh langsung dihubungi nomor-nomor darurat di atas.

Semoga bermanfaat.
Sabtu, 06 April 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Udah Putusin Aja! - Ustadz Felix Y Siauw


Cinta itu memikirkan yang dicintai bukan hanya kemarin dan kini tapi nanti. Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan. Ada hal yang jelas harus dipersiapkan, mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan.

Bila engkau lelaki, engkau harus tahu arah saat melangkah. Bila engkau perempuan, seharusnya tahu bagaimana bertingkah. Kita bicara masa depan karena ia tidak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai. Juga tidak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai.

Setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggungjawab, yang menghargai kelebihan kebaikannya, dan yang memaafkan keaalpaan kekurangannya. Muslimah mana yang tidak ingin lelaki berbudi pekerti, baik hati, tinggi iman, dan lurus amal. Muslimah selalu menanti lelaki elok akhlak padan rasa; yang memiliki kelembutan dengan anaknya, dengan istrinya dia mesra. Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan membimbingnya menuju surga Allah?

Lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cerdik cendekia lagi berparas menawan, yang lisannya seanggun geraknya? Lelaki yang baik pasti menyukai wanita lemah lembut lagi santun, pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian, tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan. Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya, dirindukan bila ditinggal, dan menyenangkan bila berjumpa.

Sialnya kita hidup di jaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik, bukan isi; perhatikan badan, bukan iman. Kapitalisme sukses menjadikan kebahagiaan materialistis sebagai tujuan tertinggi, hingga buat sebagai tujuan yang tertinggi. Maka hedonisme, anak kandung kapitalisme, sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai batas kulit. Wajar bila kita melihat dimana-mana lelaki jadi miskin tanggung jawab dan fakir komitmen. Bila lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen, merekalah yang masuk dalam jurusan pacaran.

Cinta disempitkan dalam arti pacaran, terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan. Padahal pendamping yang saleh tiada pernah didapatkan dari proses pacaran, karena kesalehan dan kebatilan jelas bertentangan. Haq dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan fatamorgana yang menjanjikan kemuliaan semu. Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh Allah memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dengan dia? Melawan Allah, lalu yang seperti ini bisa jadi panduan setelah menikah? Sebelum halal saja dia sudah berani katakan sayang kepadamu, jangan heran setelah dia menikah dia berani katakan itu pada wanita-wanita yang lain, toh sama-sama bermaksiat pada Allah! Jika sebelum akad saja ia berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu, jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan itu pada wanita-wanita yang lain, toh sama-sama dosa pada Allah! Yang tiada takut dosa sebelum menikah, tentunya jangan harap ia takut dosa setelah menikah.

Kutipan paragraf dalam buku "udah putusin aja!" yang dibacakan oleh penulisnya yaitu Ustadz Felix Y Siauw dalam acara "inspirasi iman" di TVRI



Acara: Inspirasi Iman TVRI
Waktu Siar: Kamis, 21 Maret 2013
Tema: Udah, Putusin Aja!
Pembawa Acara: Oki Setiana Dewi dan Jarwo Kwat
Penceramah: Felix Y Siauw