Selasa, 19 Maret 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Sheila on Seven - Jalan Keluar

Em          Am
Sepucat bulan purnama
D                G
Segelap malam tergelap
Em               Am
Kau biarkan ku mencari
D                                                 C
Hatimu yang tak akan pernah kau beri

Em              Am
Sedalam palung lautan
D                G
Sedalam jurang hatimu
Em                    Am
Kau biarkan ku jatuh tanpa ujung
D                                           C
Lepaskan sayapku yang terpasung

[chorus]
G          Em     Am       D
Jika memang tiada harapan
Bm                    Em            Am    D   C
Tunjukkan jalan keluar dari hatimu
G          Em           Am         D
Jika memang tak akan bersanding
Bm                     Em    Am      D     C
Tunjukkan jalan keluar dari hatimu






Sabtu, 16 Maret 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Maret


Bulan Maret itu penuh dengan kejutan dari Sang Illahi.
Duka maupun suka.

Duka itu terasa dalam keluarga ini.
Tidak setiap Maret tetapi nyaris terjadi hampir pada bulan ini.
Tahun ini, ya tahun ini terjadi lagi.
Rasa dimana keluarga ini berduka atas sebuah kehilangan.
Tepatnya tanggal 24 Pebruari 2013, kakek pergi menghadap Sang Illahi.
Lebih sesak saat disadari bahwa 2 minggu kemudian merupakan peringatan 1 tahun wafatnya nenek tepatnya tanggal 9 Maret 2013.
Masih berita duka.
Saat aku teringat kejadian 7 tahun lalu ketika nenek pergi pada tanggal 14 Maret 2006.
Tepat sehari setelah usiaku genap 13 tahun.
Dua minggu kemudian kakek menyusul untuk menghadap Sang Illahi.
Kini aku tidak memiliki kakek dan nenek lagi, baik dari ibu maupun ayahku.
Tetapi, betapa bersyukurnya diri ini memiliki mereka.
Tanpa mereka aku tidak pernah ada di dunia ini, tentunya dengan takdir Yang Maha Kuasa.
Sempat terlintas dibenakku membenci Maret.
Sesak, tapi itu bukan alasan untuk membencinya, bukan.
Karena setiap yang hidup pasti akan kembali pada Sang Pencipta.

Dalam sebuah dongeng dibalik kisah sedih pasti ada kisah bahagia.
Hal itu pasti terjadi dalam kehidupan.
Maret.
Ketika setiap bulan ini aku menanti bertambahnya usia.
Itu artinya usiaku juga semakin menipis di dunia ini.
Bahagia itu terasa begitu sederhana.
Teman, sahabat, keluarga.
Hal itulah yang membuat diri ini selalu bersyukur.
Karena mereka, ya karena mereka aku tetap bertahan disini.
Bertahan dengan kebahagiaan.
Terdengar berlebihan, tetapi itu lah kesederhanaan kebahagiaanku.

Terima kasih untuk kalian teman, sahabat, keluarga.
Tanpa kalian, kisah sederhana itu tidak akan terjadi.
Dan terima kasih kepada mereka yang telah mendahuluiku.
Tanpa kalian, aku takkan pernah ada.
Ku titipkan doa dan rindu ini selalu untuk mereka.
Baik yang telah pergi maupun mereka yang masih setia disampingku memberikan kebahagiaan.
Senin, 11 Februari 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Masih tentang kamu


Selamat datang semester 6.
Tanpa disangka, begitu cepat waktu berlalu, begitu banyak waktu yang ku buang percuma, dan begitu banyak teman yang miliki saat ini.
Teman ada yang datang, ada juga yang pergi.
Teman terasa dekat namun terkadang terasa begitu jauh.
Hari ini ku tuliskan lagi kamu yang telah membuatku bangkit dan terjatuh.
Sebagian orang mengatakan lebay, dan sebagian lagi mengatakan galau.
Aku tak peduli, karena apapun itu kamu akan selalu ku kagumi.
Berawal dari tak saling mengenal hingga kini tak saling sapa bagai perkenalan yang tiada arti.
Kenal tapi tak mengenal.
Yah, setidaknya itu lebih baik daripada dulu ketika pertemanan mulai menjadi permusuhan.
Entah mengapa, tak ada bosannya aku menulis tentangmu.
Hal ini adalah hal kecil yang mungkin tak pernah sampai padamu.
Hari ini tepatnya siang ini, setelah beberapa minggu tak betemu denganmu, aku sempat mendengar suaramu yang sedang mengejek temanku, begitu dekat, yah itu terasa lucu.
Aku hanya bisa tersenyum tanpa memandangmu, setiap kali aku melihatmu, aku akan berpaling dan tersenyum sendiri.
Rindu ini terasa terbalaskan ketika aku melihatmu tersenyum.
Walau tak saling sapa dan tak saling bicara, bahkan tak sedetikpun aku melihat kamu sedang melihatku.
Aku maklumi itu, karena memang seharusnya itu yang kamu lakukan, menganggapku tak ada.
Tapi tak apa, aku senang walau hanya dapat memandangmu dari kejauhan.
Lucu, kita dekat tapi terasa begitu jauh.
Semester 6 telah tiba hari ini, jujur aku ingin mengejar ketertinggalanku dalam akademik.
Kamu adalah salah satu alasan yang membuat aku pernah berada diatas, merasakan sebuah keberhasilan, walau tak sempurna, tapi hal itu begitu membuatku senang.
Maka izinkan ku merangkak naik kembali dengan kamu sebagai salah satu alasanku untuk bangkit, semoga kamu tidak marah.

#bahagia itu sederhana, ketika rasa rindu terbalaskan, walau tanpa sapa, tanpa bicara, tapi melihat kamu tersenyum itu sudah lebih dari cukup :)
Senin, 28 Januari 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Fieldtrip AC47 (22-25 Januari 2013)


Dengan persiapan yang matang walau banyak perbedaan pendapat, para panitia dengan gigih menyiapkan semua keperluan dan akhirnya fieldtrip AC47 pun terlaksana. Bis yang digunakan ada 2, pembagian bis pun diatur oleh panitia, walau sempat tidak setuju tapi untuk kebersamaan itu bukan menjadi masalah. Aku berada di bis B, bis yang aku tumpangi mula2 berangkat ke PT Sucofindo, sedangkan bis A menuju PT Kao Indonesia Chemical. Selanjutnya kami semua dipertemukan di sebuah pom bensin untuk makan siang *makanan yang enak*. Setelah makan dan shalat, selanjutnya perjalanan ke Yogyakartapun dimulai.

Walau sempat kedinginan di bis tapi hal itu bukan jadi penghalang kami untuk menikmati perjalanan, mulai dari karaoke sampai menonton film di bis menjadi alternatif penghilang kebosanan selama perjalanan. Lucu, di bis yang aku tumpangi ada yang tidur, asik mengobrol sendiri, nyanyi sambil main gitar, main uno, bahkan ada juga yang diledekin terus oleh dosen pendamping kami. Kami hidup dari satu pom bensin ke pom bensin lainnya, bahkan ketika di hari ke-2 tepatnya 23 Januari 2013 di Wates pukul 03.00 kami mandi dan shalat di pom bensin. Perjalanan selanjutnya di lanjutkan ke PT Madu Baru, disana kami diberi tahu tentang gambaran pembuatan gula dan alkohol. Naik kereta, ya kereta tebu. Selain ilmu, foto2pun tak luput kami lakukan. 

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke keraton Yogyakarta, berhubung tanggal 24 maulid, jadi kunjunagan keraton dilakukan tanggal 23. Foto2 ya pastinya. Setelah itu, kami check in di hotel, makan siang dan memindahkan barang lalu kami langsung meluncur ke Sleman (PT Fruitanol). Disana kami diperlihatkan cara membuat salak menjadi etanol dengan proses utama fermentasi dan distilasi. Disana juga kami diperbolehkan memetik dan memakan buah salak sepuasnya. Beli salak tak lupa dilakukan untuk oleh2, yah walau mahal tapi tak apalah.hhe. Selanjutnya kami beristirahat, shalat dan makan dihotel. Masih dihari yang sama sekitar pukul 19.00 waktu setempat kami belanja ke Malioboro.

 Di Malioboro aku hanya membeli kaos, gantungan kunci dan sandal. Kaos yang diperolehpun asli dengan harga murah, itu berkat Mega yang terus melusuri gang kecil didaerah malioboro bukan di pelataran malioboro. Kegiatan makrab yang akan dimulai pukul 21.00 pun ngaret hingga sekitar 1 jam. Disinilah kami tertawa bersama, bermain, dan yang lucu pada saat inilah award AC47 diumumkan. Inilah pemenangnya:
























Acara makrab selesai jam 1 dini hari, selanjutnya kami tidur dan keesokan paginya kami mulai menuju Bogor. Sebelum menuju ke Bogor, kami diberhentikan pada sebuah pusat oleh2, yah belanja lagi deh. Aku hanya membeli bakpia, wingko, dan krupuk tahu. Setelah itu kami semua menuju Magelang untuk menikmati salah satu keajaiban dunia yaitu Borobudur. Disaat teman2 mendengarkan sejarah borobudur dari tour guide, aku dan beberapa temanku malah asik foto2.hhaa. Selanjutnya perjalanan menuju Bogor, sesampainya di Kebumen kami makan malam dan karaokean diacara orang.hhaa. Kami sampai di Dramaga sekitar pukul 06.00.

               
Terima kasih untuk dosen yang telah membimbing dan mendampingi, panitia fieldtrip dan keluarga besar AC47 :D
Jumat, 18 Januari 2013 | By: Wulan Suci Pamungkas

Aku, kamu dan dia

Sering aku bercerita tentangnya, mungkin terdengar bosan jika kalian mengetahuinya.
Entah sejak kapan aku mulai menyukaimu dan ku akui itu, rasa itu telah ku miliki lebih dari 1 tahun.
Lucu, sangat lucu, bahkan aku tidak tahu alasan mengapa aku menyukaimu.
Yang aku tahu, aku akan selalu khawatir ketika kamu melakukan kesalahan atau sesuatu yang buruk terjadi pada mu.
 Mungkin itu awal rasa ini, tepatnya 29 September 2011.

Aku tahu dan kamupun tahu tentang rasaku ini, aku lega walau aku tahu tidak ada hal istimewa aku dimatamu.
Kesedihanku dimulai ketika kamu melarang aku untuk mempertahankan rasa ini.
Awalnya cukup dengan kamu bisa mengizinkanku memiliki rasa ini aku akan bahagia, tapi bahkan izin itupun tak pernah ku dapat darimu.
Panjang perjalanan jika aku harus menceritakan kamu dari awal.

 Hari ini, ya hari ini ketika semua ujian telah dilalui.
Aku berdiri didepanmu, menatap lurus dirimu yang sedang asik berbincang dengan dia kekasihmu yang tak lain adalah temanku.
Menyedihkan, mungkin itu satu kata yang mencerminkan diriku saat ini.
Aku hanya terpaku menatapmu hingga kamu melewatiku, bahkan aku tidak yakin kamu menyadari kehadiranku.

Aku, kamu dan dia.
Kita dalam satu tempat dimana aku harus melihat kamu dengannya.
Hati ini bahagia ketika melihat kebahagiaanmu tapi aku tidak dapat menutupi kesedihanku, aku yang takkan pernah kau pilih.
Kamu memilih dia, itu artinya seberapa besar atau seberapa lama rasa ini ada, aku dan kamu tidak akan pernah bisa bersama, walau mungkin takdir merubah pendirianmu.
Karena jika aku tetap memilihmu maka aku adalah salah satu orang terjahat bagi dia temanku.
Maaf teman, aku menyukainya bahkan sebelum kalian bersama.
Aku harap dia temanku tidak tahu tentang rasaku ini terhadapmu.